CARA MENYUSUN BATU BATA

Biar bagaimanapun, batubata sebagai elemen dinding tidak dapat tertandingi dengan material lainnya apabila acuannya dari segi kekuatan dan harga, sehingga batubata tetap menjadi pilihan utama untuk dinding.

Hal yang paling utama adalah bagaimana sebenarnya menyusun batubata yang baik dan benar, suatu pernyataan atau pertanyaan yang sepertinya sepele…. karena semua tukang sepertinya tahu melakukan itu….

Kenyataannya tidak demikian, karena tukang tukang yang bekerja berdasarkan pengalaman yang mungkin berpuluh tahun… mendapatkan pengalaman yang salah dalam menyusun batu bata…. kebanyakan adalah meyusun spasi semen dengan bata…..

Menyusun batu bata seharusnya dengan ketelitian yang tinggi dalam me LOT yang sering diabaikan oleh tukang. Lot tidak terus menerus di cek, sementara tiang untuk lot sering tersenggol dan rentan untuk bergerak, kemiringan tiang 1 mm pada ketinggian 3M menyebabkan dinding miring 3 Cm dan hal tersebut sering terabaikan begitu saja.

Kebanyakan tukang selalu menjawab, susunan miring akan dikejar pada plesteran dan pada akhirnya akan lurus juga.  Hal tersebut terjadi dimana saja karena memang pengalaman mereka mengajarkan demikian.

Ada baiknya sebelum tukang bekerja, diberikan pemahaman bahwa pekerjaan yang diawali dengan baik saja ada kemungkinan hasilnya tidak memuaskan, apalagi kalau menyusun bata saja sudah miring, sudah dipastikan hasilnya tidak akan memuaskan.  Lebih baik langsung mengafkir tukang yang ngeyel, karena akan menyulitkan isntruksi untuk pekerjaan pekerjaan selanjutnya.

Saya sudah mencek 126 rumah 2 lantai yang secara kasat mata kelihatan lurus dan rapih, ternyata setelah di LOT semuanya miring.

Berikut ini langkah langkah menyusun bata yang baik dan benar agar didapatkan hasil yang terbaik:

1.  Pilih tiang yang benar benar lurus untuk menarik tali, sebaiknya gunakan holo daripada kayu kaso, karena kaso kemungkinan akan bengkok terpapar panas dan hujan. Lot tiang dan pastikan kelurusannya, paku, skor dan atau ikat sehingga tiang benar benar berdiri dengan kokoh dan tidak mudah bergeser.

2.  Pesan husus bata yang berukuran lebar 10 Cm, hindari menggunakan bata yang hanya 7,5 Cm karena pada akhirnya biaya akan jadi lebih mahal disebabkan plesteran yang tebal untuk mengejar kerataan dengan kusen dan kolom. Pun secara mate matis, bata berukuran besar lebih murah dari bata kecil. Secara tehnis, ketinggian dinding per 3 M, maka tebal dinding minimal adalah 10 Cm sebagai bagian penopang konstruksi. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk ketentuan dinding partisi.

3.   Bata harus direndam, minimal disiram berulang ulang sehingga warnanya lebih gelap karena air sudah masuk kedalam pori pori bata. Gunanya agar spasi tidak langsung kering terhisap oleh bata yang dapat menyebabkan spasi mentah dan rapuh. Dengan menjaga kelembaban spasi, proses kimia semen dan pasir berlangsung secara baik.

4.  Kalau menggunakan pasir yang halus (biasanya pasir hitam dan sedikit tercampur debu tanah), gunakan campura 1 : 4, dan bila menggunakan pasir halus putih (pasir gunung yang tidak terlalu halus dan permukaannya kasar) dapat meggunakan campuran 1 : 5 atau 1 : 6.

5.   Ingat bahwa yang hendak disusun adalah bata, bukan spasi. Jarak antar bata cukup 8MM atau kurang dari 1 Cm, karena pada dasarnya spasi lebih kuat dari bata, selain pemborosan, tidak ada gunanya membuat spasi tebal tebal. Selain hemat bahan, spasi tipis memastikan bata tidak gampang bergerak karena kesenggol. Pastikan setiap tukang memasukkan spasi pada nat antar bata, karena kebiasaan tukang, nat menggantung dan tidak terhubung dengan spasi dibawahnya. Dudukan bata pada spasi yang tebal rentan untuk bergeser karena adukan masih labil/blm keras.

6.  Jangan biarkan tukang bekerja dengan tidak rapih, spasi harus rata bata, tidak masuk kedalam maupun berceceran keluar.  Tukang yang bekerja asal asalan cendrung menyebabkan masalah dikemudian hari, lebih baik langsung di afkir kalau tidak bisa diberitahu, karena sesama tukang biasanya sungkan untuk saling mengingatkan kesalahan temannya.

7.  Apabila kolom didirikan lebih dahulu dan susunan bata menyusul kemudian, jangan lupa menyisipkan angkur per 60 Cm pada kolom.

7. Tarik benang per 2 bata ditambah ukuran spasi 2 x 8 MM, untuk gampangnya jarak benang adalah 2 x tebal bata + 2 x tebal spasi.  Untuk awalnya, tukang rata rata kesulitan dan merasa kaku bekerja karena merubah kebiasaan menyusun bata semau gue dengan aturan yang harus diikuti, tetapi pada akhirnya tukang akan mengakui lebih gampang menyusun bata dengan spasi tipis, selain tidak capek, kerjaan rapih dan lebih cepat.

8.  Hindari susunan bata lebih dari 20 susunan, karena rentan bergeser. Pindahlah kebahagian lain apabila susunan bata sudah mencapai 20 susunan secara vertikal.  Lot kembali tiang setiap memulai susunan baru.  Hal ini kadang dianggab tukang bertele tele, karena tukang selalu berpikiran nanti gampang dikejar dengan plesteran. Paksa tukang mengikuti aturan dan pada akhirnya tukang mengerti bahwa kualitas pekerjaan akan menghemat waktu dan biaya.

9.  Jangan lupa, esok harinya sebelum mulai bekerja, dinding bata harus disiram kembali untuk menjaga kelembaban dinding agar spasi menghasilkan reaksi yang sempurna.  Lupa menyiram dinding bata dan membiarkannya kering pada hari pertama, menyebabkan dinging berkurang kekuatannya.   Pada tahun ke 10 dipastikan spasi sudah berubah menjadi serpihan pasir  yang terhimpit bata dan plesteran.

Pada awal pekerjaan, kelihatannya susunan bata akan berjalan lambat karena pekerjaan melot dan menarik benang memakan waktu yang lumayan banyak.  Abaikan perasaan anda akan rugi, karena dengan lot dan benang yang benar, pekerjaan berikutnya akan berakselerasi, lebih cepat, lebih rapih, lebih baik dan lebih hemat.

Kalau langkah langkah tersebut dilakukan dengan baik dan benar, maka pekerjaan plesteran akan lebih mudah, lebih cepat dan lebih  hemat.

Tentang sutandrajat

Tergantung presepsi anda kalau mengenal saya....
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s